RPL

TUGAS REKAYASA PERANGKAT LUNAK



Oleh :
AHMAD RONI : A11.2010.05296




TEKNIK INFORMATIKA
UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO
SEMARANG
2012


Mekanisme Sistem Kerja Manual

A.     Narasi Manual Prosedur Penjualan (Pelanggan Retail)

        Prosedur penjualan barang untuk pelanggan retail dimulai pada saat kasir mendapatkan pesanan oleh pelanggan yang datang ke toko. Kasir membuatkan nota penjualan berdasarkan keranjang barang yang di bawa pelanggan retail. Setalah terjadi transaksi penjualan kasir menyerahkan nota penjualan rangkap satu ke pelanggan retail beserta barang belanjanya yang sudah di bungkus dan nota penjualan rangkap dua diarsipkan. Setiap penggantian/shift kasir, kasir menyerahkan nota penjualan rangkap dua dan uang kasnya di berikan ke supervisor. Setelah supervisor menerima nota penjualan rangkap dua dan uang kasnya, supervisor melakukan update kartu stok. Setiap akhir periode (hari/bulanan) supervisor membuatkan laporan penjualan/harian/bulanan dan laporan persediaan berdasarkan nota penjualan dan kartu stok. Setiap hari supervisor menyerahkan laporan penjualan/harian/bulanan, laporan persediaan, nota penjualan dan uang kas ke asisten kepala toko untuk di koreksi dan disahkan. Selanjutnya laporan penjualan dan laporan persediaan sudah disahkan asisten kepala toko akan diserahkan laporan tersebut ke kepala toko.


B.     Narasi Manual Prosedur Penjualan (Pelanggan Grosir)

Prosedur penjualan barang untuk pelanggan grosir sama dengan penjualan dengan pelanggan retail. Perbedaannya pelanggan grosir barang yang dibeli untuk di jual, sehingga harga diberikan toko abadi lebih murah (mendapatkan diskon). Untuk menjadi pelanggan grosir harus mendaftar dulu mendapatkan persetujuan oleh asisten kepala toko / kepala toko.

C.     Kasir membuatkan nota penjualan berdasarkan keranjang barang

 Narasi Manual Prosedur Pembelian
Prosedur pembelian dimulai dengan supervisor, berdasarkan kartu stok dibuatkan surat permintaan barang rangkap dua yang diserahkan asisten kepala toko. Berdasarkan surat permintaan barang asisten kepala toko dibuatkan order pembelian (Purchase Order)  yang kemudian di serahkan supplier. Prosedur penerimaan barang dimulai pada saat supplier mengirimkan barang sesuai dengan pemesanan barang yang dilakukan oleh kepala toko maupun asisten kepala toko abadi. Pada saat menerima barang, supervisor akan memeriksa kuantitas dan kualitas barang yang dikirimkan dan dicocokkan dengan surat jalan yang dibawa oleh supplier. Setelah semuanya sesuai, maka surat jalan akan ditandatangani dan dikembalikan kepada supplier. Surat jalan yang dibawa supplier terdiri dari dua rangkap. Rangkap pertama disimpan oleh supplier dan yang kedua disimpan oleh supervisor. Berdasarkan surat jalan, supervisor meng-update kartu stok untuk menyesuaikan barang masuk dan membuatkan laporan penerimaan barang yang nanti laporankan ke asisten kepala toko. Setelah menerima laporan penerimaan barang dan surat jalan diterima Asisten kepala toko mengekoreksi data pembelian dengan faktur pembelian dari supplier, yang selanjutnya disahkan bila sudah sesuai barang dipesan. Setiap akhir periode asisten kepala toko, membuatkan laporan pembelian dan di laporan ke kepala toko.

D.      Flow Of Document Prosedur Penjualan (Pelanggan Retail)

Gambar  Flow Of Document Prosedur Penjualan (Pelanggan Retail)
Sumber : Data Yang Diolah

E.     Flow Of Document Prosedur Penjualan (Pelanggan Grosir)

Gambar  Flow Of Document Prosedur Penjualan (Pelanggan Grosir)
Sumber : Data Yang Diolah

F.     Flow Of Document  Prosedur Pembelian Barang

Gambar  Flow of Document Prosedur Pembelian Barang
Sumber : Data  Yang Diolah

Analisa Sistem

Pada sub bab analisa sistem secara umum ini, pembahasan akan diidentifikasikan lagi menjadi beberapa bagian yaitu :

1.     Identifikasi Kebutuhan Informasi
Informasi yang diperoleh dari Sistem Informasi Penjualan, Pembelian dan Persediaan Barang ini  adalah :
a.       Laporan Data Persediaan
b.       Laporan Data Pelanggan Grosir
c.        Laporan Data Supplier
d.       Laporan Data Kasir
e.       Laporan Penjualan
f.        Laporan Pembelian
g.       Daftar Harga Barang
h.       Laporan Piutang
i.         Laporan Persediaan

Identifikasi data yang diperlukan untuk menghasilkan informasi antara lain dibutuhkan data :
a.       Data Barang
b.      Data Pelanggan Grosir
c.       Data Supplier
d.      Data Kasir
e.      Data Penjualan
f.        Data Pembelian

2.     Identifikasi Sumber Data dan Tujuan Informasi
Identifikasi sumber data dan tujuan informasi dibuat agar asal dan arah data maupun tujuan informasi dapat 
diketahui dengan jelas. Adapun sumber data dalam Sistem Informasi Penjualan, Pembelian dan Persediaan 
Barang ini berasal dari :
1.      Kepala Toko
   §  Data Barang
   §  Data Supplier
   §  Data Pelanggan Grosir
       2.      Asisten Kepala Toko
   §  Pemesanan Pembelian (Purchase Order)
       3.      Pelanggan Grosir
   §  Data Pelanggan Grosir
   §  Data Pesanan Barang
       4.      Pelanggan Retail
   §  Data Pesanan Barang
       5.      Kasir
   §  Nota Penjualan
       6.      Supplier
   §  Data Supplier
   §  Data Faktur Pembelian
       7.      Supervisor
   §  Surat Permintaan Barang
   §  Laporan Persediaan Barang 
       
       Adapun informasi yang dihasilkan ditujukan kepada :
       1.      Kepala Toko
   §  Laporan Persediaan Barang
   §  Laporan Penerimaan Barang
   §  Laporan Penjualan
   §  Laporan Pembelian
       2.      Asisten Kepala Toko
   §  Laporan Persediaan Barang
   §  Laporan Penerimaan Barang
   §  Laporan Penjualan
   §  Laporan Pembelian
   §  Surat Permintaan barang
       3.      Supervisor
   §  Nota Penjualan
   §  Surat Jalan
   §  Laporan Persediaan Barang
   §  Laporan Penerimaan Barang
   §  Laporan Penjualan
       4.      Kasir
   §  Daftar Harga Barang
   §  Data Pelanggan Grosir

 Perancangan Sistem Secara Umum

Pada sub bab Perancangan Sistem Secara Umum ini, pembahasan akan diidentifikasikan lagi menjadi beberapa bagian pemodelan yaitu :
A.     Pemodelan Sistem
Dalam pemodelan Sistem Informasi Penjualan, Pembelian dan Persediaan digunakan alat bantu Data Flow Diagram yang meliputi Context Diagram,  Decomposisi dan DFD Levelled.
B.     Context Diagram (Diagram Konteks)
Adapun diagram konteks dari pemodelan Sistem Informasi Penjualan, Pembelian dan Persediaan dapat digambarkan sebagai berikut :
Gambar Context Diagram
Sumber : Data Yang Diolah 
C.     Decomposisi
Dekomposisi merupakan gambaran tentang penggolongan dan pengelompokan dari semua proses yang terjadi pada suatu sistem informasi.
Gambar Decomposisi
Sumber : Data Yang Diolah


D.     Identifikasi Proses (Event List)
Proses yang ada di dalam Sistem Informasi Penjualan Kredit ini dapat diidentifikasikan sebagai berikut :
a.             Proses Pencatatan Barang
b.            Proses Pencatatan Pemasok
c.             Proses Pencatatan Kasir
d.            Proses Pencatatan Pelanggan
e.            Proses Pencatatan Transaksi Penjualan
         -                Pencatatan Penjualan
         -                Cetak Nota Penjualan
f.              Proses Pencatatan Pembeliaan
g.             Proses Laporan
         -                Lapoan Persediaan
         -                Laporan Pelanggan Grosir
         -                Laporan Persediaan Barang
         -                Laporan Penjualan
         -                Laporan Pembelian
         -                Laporan Piutang

E.     DFD Levelled
         1.     DFD Level 0 Penjualan, Pembelian dan Persediaan
Gambar DFD Level 0 Penjualan, Pembelian Dan Persediaam
Sumber: Data Yang Diolah
           2.     DFD Level 1 Proses Pendataan Tabel Master 
Gambar DFD Level 1 Proses Pendataan Tabel Master
Sumber: Data yang Diolah
         3.     DFD Level 1 Proses Transaksi Penjualan dan Pembeliaan
Gambar DFD Level 1 Proses Transaksi Penjualan dan Pembeliaan
Sumber: Data yang Diolah
        4.      DFD Level 2 Proses Transaksi Penjualan
Gambar DFD Level 1 Proses Transaksi Penjualan
Sumber: Data yang Diolah
          5.     DFD Level 1 Proses Laporan Jual, Beli dan Persediaan
Gambar DFD Level 1 Proses Laporan Jual, Beli dan Persediaan
Sumber: Data yang Diolah

 Perancangan Database

ERD (Entity Relationship Diagram)
Gambar ERD (Entity Relationship Diagram)
Sumber : Data Yang Diolah











Comments

Post a Comment

Thank You

Popular posts from this blog

Entity Relationship Diagram (ERD) Minimarket

Sistem Informasi Pertanahan